UTM Official

Seputar UTM

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA MATANGKAN PERCEPATAN PENDIRIAN FAKULTAS KEDOKTERAN MELALUI WORKSHOP DAN FOCUS GROUP DISCUSSION

Surabaya, 29 November 2025 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mempertegas komitmennya dalam percepatan pendirian Fakultas Kedokteran UTM melalui Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Visi Misi Keunggulan yang berlangsung pada 28–30 November 2025 di Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi UTM dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang unggul, tangguh, dan relevan dengan kebutuhan daerah.
Kegiatan dibuka oleh Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., yang menyampaikan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran UTM merupakan kebutuhan mendesak bagi penguatan layanan kesehatan di Jawa Timur, terutama kawasan Madura yang memiliki karakter kepulauan. “Kami ingin Fakultas Kedokteran UTM tumbuh sebagai pusat solusi kesehatan masa depan institusi yang melahirkan dokter berintegritas, berdaya saing global, dan mampu menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan kesehatan masyarakat Madura hingga level nasional.” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, dr. Waritsah Sukarjiyah sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. memaparkan kebijakan pembangunan kesehatan Jawa Timur 2025 – 2029 yang menekankan penguatan ketahanan kesehatan dan peningkatan layanan berbasis siklus hidup. Ia menilai kurikulum kedokteran UTM harus adaptif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat pesisir serta wilayah terpencil, termasuk pemanfaatan inovasi seperti Telesapa Madura.
Perspektif keunggulan lokal juga menjadi fokus penting dalam FGD. Dr. dr. Eustachius Hagni Wardoyo, Sp.MK (K)., Sp.KL., Subsp. PH (K) Dosen FK Universitas Mataram menegaskan bahwa konteks geografis Madura memberikan peluang strategis untuk mengembangkan pendidikan kedokteran berbasis kepulauan. Hal ini sejalan dengan visi Fakultas Kedokteran UTM yang ingin mencetak dokter profesional yang memahami kebutuhan masyarakat pesisir.
Dekan Fakultas Kedokteran UTM, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., menyampaikan bahwa visi dan misi fakultas dirancang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dengan tetap berpijak pada kearifan lokal. “Keunggulan lokal menjadi fondasi strategis dalam membentuk identitas Fakultas Kedokteran UTM,” ujarnya.

Dalam workshop kurikulum, dr. Dwiretno Pangastuti, M.Pd.Ked., menguraikan pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), termasuk penyusunan CPL, CPMK, hingga asesmen yang selaras dengan standar pendidikan kedokteran nasional. Pendekatan SPICES dan SPLASH CHIC diperkenalkan sebagai metode pembelajaran integratif dan humanis.
Sesi dilanjutkan oleh dr. Aliffa Neta, M.Pd.Ked., yang memaparkan penyusunan BRP dan RPS berbasis OBE, KKNI, dan SN-Dikti. UTM juga menyiapkan fasilitas seperti skills lab, ruang diskusi, dan media pembelajaran modern untuk mendukung kualitas proses pendidikan.

Momentum kegiatan turut diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UTM dan Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep. Kerja sama ini memperluas jejaring praktik klinik, riset, dan pengabdian masyarakat bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UTM

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan rekomendasi final untuk pengajuan izin pendirian fakultas ke kementerian. Rektor UTM menegaskan bahwa pendirian fakultas ini bukan hanya agenda akademik, melainkan kebutuhan nyata masyarakat Madura.
“Fakultas Kedokteran UTM adalah investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tegas Prof. Safi’.
Dengan dukungan lintas sektor, UTM optimistis fakultas ini akan menjadi tonggak penting transformasi pendidikan tinggi di Madura dan pusat pencetak tenaga kesehatan profesional serta berdaya saing global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *