UTM Jalin Kolaborasi Awal dengan Pemkab Gresik: Diskusi Penguatan Pendidikan, Industri, CSR, dan Peluang KKN Mahasiswa
Gresik, 17 November 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Kabupaten Gresik dan diterima langsung oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., di Kantor Bupati Gresik. Pertemuan ini membahas peluang kemitraan strategis antara Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam bidang pendidikan, pengembangan industri, Corporate Social Responsibility (CSR), hingga pemberdayaan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan magang industri.
Pertemuan berlangsung dinamis dan memfokuskan pembahasan pada dua isu utama, yakni tantangan perkembangan industri serta rendahnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Kabupaten Gresik. Bupati Gresik menjelaskan bahwa pertumbuhan industri di daerahnya meningkat pesat, terutama setelah beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang berada di bawah pengelolaan JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate).
KEK Gresik kini menjadi kawasan industri strategis dengan keunggulan tax free, pelabuhan internasional yang aman, serta infrastruktur produksi yang berjalan optimal. Namun, Bupati menegaskan bahwa rendahnya minat pendidikan tinggi di kalangan masyarakat Gresik masih menjadi tantangan serius. “Kebutuhan tenaga kerja berkualifikasi tinggi di KEK sangat besar, terutama di bidang teknik, tetapi minat melanjutkan kuliah masih rendah karena masyarakat lebih memilih bekerja lebih cepat. Ini perlu kita benahi bersama,” ujar Bupati.
Sebagai bagian dari kontribusi sosial, program CSR KEK Gresik yang dikelola JIIPE telah berjalan aktif, meliputi bantuan sosial (penyaluran hewan kurban dan sembako), pemberdayaan UMKM, pembangunan komunitas, hingga program pendidikan seperti beasiswa untuk masyarakat sekitar. JIIPE dan perusahaan-perusahaan di dalam KEK juga mendapatkan sejumlah penghargaan atas komitmennya dalam keberlanjutan dan implementasi CSR yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. menyampaikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci meningkatkan kualitas SDM di wilayah Gerbangkertosusila, termasuk Gresik dan Madura. Rektor menyebut bahwa UTM telah memiliki berbagai skema pengabdian seperti KKN Internasional, KKN Tematik, dan KKN Berbasis Riset, yang sangat relevan untuk mendukung kebutuhan desa-desa di Gresik. “Kami berharap dapat menjalin MoU resmi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk penguatan program pendidikan, promosi kuliah di UTM bagi putra-putri Gresik, pelaksanaan KKN tematik di desa-desa, serta pemagangan mahasiswa UTM di industri KEK Gresik. Kami juga membuka kelas kerja sama untuk ASN Pemkab Gresik. Kami ingin mahasiswa asal Gresik yang berjumlah lebih dari 2.000 orang dapat kembali memberi manfaat bagi daerahnya,” tegas Rektor.
Selain membahas peluang kerja sama bidang pendidikan dan industri, pertemuan juga menyinggung isu penting di sektor perikanan dan pertambakan. UTM dan Pemkab Gresik mengeksplorasi kemungkinan riset dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, teknologi budidaya, pengolahan hasil, hingga distribusi. Bupati juga menegaskan bahwa Gresik memiliki lebih dari 350 desa, sehingga sangat potensial menjadi lokasi KKN tematik maupun pengabdian masyarakat mahasiswa UTM.
Di sisi kebijakan daerah, Bupati menyampaikan beberapa prioritas utama seperti peningkatan efektivitas Dana BOSDA, optimalisasi bantuan untuk sekolah negeri yang memerlukan dukungan, hingga pembangunan infrastruktur jalan yang terus dikebut untuk mendukung mobilitas industri dan masyarakat.
Menutup pertemuan, Bupati Gresik menyampaikan kesiapannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Universitas Trunojoyo Madura. “Di tahun 2026 kami jadwalkan berkunjung ke UTM untuk membahas lebih detail peluang CSR, KEK, magang mahasiswa, dan program kemitraan dengan perguruan tinggi. Kami ingin memastikan Gresik dan UTM tumbuh bersama,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi strategis jangka panjang yang menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri serta pembangunan daerah. Melalui sinergi ini, UTM memperkuat perannya sebagai kampus Unggul, Tangguh, dan Mandiri, serta mendukung visi Dikti Saintek Kampus Berdampak dalam memajukan perguruan tinggi agar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional, melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
